Yonex Thailand Terbuka 2021

Pasca Vakum 10 Bulan, Feeling Permainan Bulu Tangkis Belum Keluar 100 Persen

Hermansyah
Pasca Vakum 10 Bulan, Feeling Permainan Bulu Tangkis Belum Keluar 100 Persen
Jonatan Christie saat menundukkan wakil Singapura, Loh Kean Yew, 13-21, 21-10 dan 21-16 di laga perdana Yonex Thailand Terbuka 2021

Jakarta, HanTer - Setelah vakum sejak Maret tahun lalu dari kompetisi, menyusul pandemi Covid-19 yang melanda di hampir seluruh negara di dunia, memang selalu tidak mudah di partai pembuka. Nasib itu dialami pebulutangkis Indonesia yang kembali bertarung di turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021.

Tak heran, penampilan para pemain Skuad Garuda di Impact Arena, Bangkok, pada Selasa (12/1/2021), belum in betul, terlebih turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini juga merupakan kalender pembuka BWF di tahun ini.

Mereka sepertinya membutuhkan adaptasi yang lebih lama lagi setelah absen sekitar 10 bulan dari kompetisi internasional. Baik yang lolos ke babak kedua atau yang terganjal di partai perdana, langkahnya selalu tidak mudah saat mereka melakoni pertandingan perdananya

Hal tersebut diungkapkan Rionny Mainaky, selaku  Kabid Binpres PP PBSI dalam keterangan resminya yang diterima Harian Terbit. "Memang sudah lama pemain tidak bertanding, tetapi bukan ini yang menjadi kendala," ucapnya.

"Pemain belum cepat beradaptasi dengan lapangan yang berpendingin ruangan dan dengan adanya hembusan angin. Hal ini yang membuat permainan mereka belum maksimal di babak pembuka, baik yang kalah ataupun menang. Kita berharap, laga selanjutnya mereka bisa lebih in dan lebih lepas mainnya," tambah Rionny.

Perlunya penyesuaian itu terlihat pada kekalahan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka belum bisa langsung on ketika memulai pertandingan. Hasilnya, mereka dijegal wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dengan skor 11-21, 29-27 dan 16-21.

"Untuk gim pertama tadi, kita kalah start. Pola kita terserang terus karena lebih banyak bertahan. Faktor kalah angin dan menang angin juga sangat berpengaruh. Gim kedua, kami ubah dan beruntung bisa mengejar poin dan menang. Sayang di gim ketiga kami sudah ketinggalan," kata Gloria usai laga.

"Kami main terlalu pelan, startnya lambat di gim pertama. Masuk lapangan seperti masih mencari-cari bentuk permainan, masih meraba-raba. Pada gim kedua sudah mulai menemukan pola, kami main lebih baik, lebih menyerang tapi di gim ketiga balik lagi seperti di gim pertama. Kalah start, mainnya lambat lagi," timpal rekannya Hafiz.

Kekalahan juga diderita Gregoria Mariska Tunjung. Pemain berusia 21 tahun ini takluk di tangan Sung Ji-hyun asal Korea Selatan. Meski menang 21-15 di gim pertama, Jorji, sapaan akrab Gregoria, gagal mempertahankan konsistensi permainannya sehingga kalah pada gim selanjutnya dengan skor 15-21 dan 14-21. "Sebetulnya tidak begitu susah. Cuma tadi saya masih kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri," ucap Jorji.

Sementara itu di sektor tunggal putra, kendati harus memerah keringat dalam pertarungan tiga gim, dua andalan Merah-Putih seperti Anthony Sinisuka Ginting sukses mengalahkan Heo Kwang-hee (Korea Selatan) dengan skor 21-15, 11-21 dan 21-16. Sementara Jonatan Christie menekuk wakil Singapura, Loh Kean Yew, 13-21, 21-10 dan 21-16.

"Gim pertama sebetulnya saya bisa mengatasi dan membawa pola main ke pola permainan saya. Jadi, dia tidak nyaman dan banyak mati sendiri. Di gim kedua malah kebalikannya, saya malah terbawa pola permainan dia dan banyak mati sendiri. Di gim ketiga saya mencoba untuk mengambil inisiatif serangan dan membalikkan ke pola permainan saya," ucap Ginting.

Sedangkan Jonatan menyebut, feeling permainannya belum pulih seperti dulu setelah 10 bulan tidak bertanding. Selain itu, pada awal pertandingan juga ada perasaan sedikit tegang.

"Tetapi itu sih balik lagi dari pikirannya. Pikiran supaya tidak terbawa suasana. Jadi berpikirnya itu jangan mau kalah. Saya pun bermain mati-matian dari gim kedua dan ketiga. Memang ada beberapa kendala, dari angin juga. Tapi secara overall sih oke," tutur Jojo, sapaan akrab Jonatan.

Di ganda putra, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian juga harus bertarung tiga gim untuk lolos dari lubang jarum. Mereka sempat ketinggalan 18-20 di gim ketiga melawan Nipitphon Phuangphuapet/Tanupat Viriyangkura. Mereka akhirnya menang atas wakil tuan rumah dengan skor 17-21, 21-16 dan 22-20. "Di gim ketiga, saat tertinggal 18-20, kami saling mengingatkan saja kalau masih bisa karena belum berakhir. Harus coba terus sampai bisa dan Alhamdulillah bisa menang," sebut Rian.

Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando sukses memenangi perang saudara. Mereka berhasil menekuk rekan sepelatihannya di Pelatnas Cipayung, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, 15-21, 29-27, 21-13.

"Di sini kami hanya ingin bermain semaksimal mungkin, mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami punya," sebut Leo.