Melalui JWC 2021, Menpora Berharap Berkuda Bisa Jadi Olahraga Populer

Hermansyah
Melalui JWC 2021, Menpora Berharap Berkuda Bisa Jadi Olahraga Populer
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Triwatty Marciano terkait Indonesia akan menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021 pada bulan September mendatang.

Jakarta, HanTer - Indonesia akan menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021 pada bulan September mendatang. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap cabang berkuda bisa menjadi olahraga populer di tengah masyarakat.

Saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Triwatty Marciano di Kemenpora, Jakarta, pada Selasa (12/1/2021), Menpora mengatakan berkuda harus terus dipromosikan agar bisa sepopuler sepak bola, basket atau voli, bahkan harus didorong dan mempromosikan olahraga ini bahwa Indonesia punya tim yang baik.

Menteri asal partai Golkar itu juga mengapresiasi upaya PP Pordasi yang telah bekerja keras mewujudkan agar Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia berkuda. Ia ingin ajang tersebut sukses, baik secara prestasi maupun penyelenggaraan.

“Saya apresiasi langkah dari Pordasi ini. Proses untuk menjadi tuan rumah tidak gampang. Tentunya sangat baik ya. Sekaligus kejuaraan ini bisa mempromosikan bahwa Indonesia siap menggelar kejuaraan kepada negara-negara lain,” ucapnya.

Pada bagiannya, Triwatty memaparkan jika tidaklah mudah bagi Indonesia bisa menggelar Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021 yang akan diikuti 25 negara itu. Namun ia optimistis event tersebut bisa sekaligus mempromosikan Indonesia yang siap menjadi tuan rumah kejuaraan dunia lainnya terutama Olimpiade 2032. Bahkan ia juga menyebut tengah mempersiapkan atlet untuk bisa mengikuti kejuaraan single event internasional itu.

“Terima kasih Pak Menpora, ini merupakan suatu kehormatan menjadi tuan rumah. Terima kasih atas dukungannya, semoga ini menjadi kebanggaan yang nantinya akan menjadi barometer untuk kita membantu Indonesia bidding Olimpiade 2032,” kata Triwatty.

“Jadi nanti itu lokasi penyelenggaraannya sangat memungkinkan memenuhi syarat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan. Setiap negara nantinya akan mengirimkan atletnya saja dan nanti untuk kudanya akan kita persiapkan,” pungkasnya.