IBL Pertamax 2021

Tundukkan Indonesia Patriot, Pelita Jaya Bakrie Nyaris Sempurna di Putaran Seri IBL Pertamax 2021

Hermansyah
Tundukkan Indonesia Patriot, Pelita Jaya Bakrie Nyaris Sempurna di Putaran Seri IBL Pertamax 2021
Agassi Yeshe Goantara topskorer Pelita Jaya Bakrie dengan mencetak 17 poin, saat menundukkan Indonesia Patriot

Bogor, HanTer - Tim basket Pelita Jaya Bakrie Jakarta tampil nyaris sempurna di putaran seri IBL Pertamax 2021. Dari 15 laga yang telah dilalui, mereka baru menuai sekali kekalahan, bahkan tim besutan Ocky Tamtelahitu itu mampu menciptakan rekor 10 kemenangan beruntun, termasuk menundukkan Indonesia Patriot untuk mencapai rekor tak terkalahkannya itu.

Pelita Jaya Bakrie Jakarta bermain tanpa beban saat menghadapi timnas elite muda Indonesia Patriot, setelah memastikan akan berlaga di empat  IBL Pertamax 2021. Pada lanjutan Seri IV yang berlangsung di Robinson Resort, Cisarua Bogor, pada Kamis (8/4/2021), juara IBL 2017 itu menang dengan skor 75-70.

Ini menjadi kemenangan ke-10 secara beruntun Pelita Jaya Bakrie selama musim IBL Pertamax 2021, pasca mengalami kekalahan pertamanya di sepanjang musim dari Satria Muda Pertamina Jakarta dengan skor 76-54 ketika berlangsung 23 Maret lalu. Total poin 29 dikemas anak asuh Ocky Tamtelahitu itu dari 15 laga yang dilaluinya, sekaligus mengukuhkan diri sebagai pemuncak klasemen sementara Divisi Merah.

Indonesia Patriot bermain menekan sejak dilakukannya tip-off. Serangan-serangannya memaksa pemain Pelita Jaya Bakrie untuk melakukan dua kali personal foul di bawah waktu satu menit. Akan tetapi, usaha keras anak asuh Youbel Sondakh itu belum mampu menghasilkan angka.

Saat laga berlalu satu menit, Pelita Jaya Bakrie mampu menorehkan angka pertamanya melalui layup Reggie William Mononimbar. Bahkan hingga memasuki menit keempat kuarter pertama, Indonesia Patriot belum mampu membuat angka, sehingga tertinggal 13-0. Semenit berselang, Yesaya Alessandro Saudale baru bisa menciptakan dua angka pertama bagi timnas elite muda melalui jumpshoot. Kuarter pertama ditutup untuk keunggulan Pelita Jaya dengan skor 18-10.

Youbel Sondakh mengatur strategi baru di kuarter dua. Al hasil, permainan Muhamad Arighi cs berubah total. Mereka mampu membuat Pelita Jaya tak berdaya dengan hanya mampu menciptakan 10 angka, sedangkan timnas elite muda sukses mencetak 21 angka, sekaligus berbalik memimpin dan menutup babak pertama dengan keunggulan 31-28.

Pasca jeda turun minum, Pelita Jaya tak mau kehilangan muka. Mononimbar mampu memperkecil margin ketertinggalan melalui dua tembakan bebasnya yang sempurna di tambah sekali lay-up nya untuk merubah keadaan menjadi 32-31 bagi Pelita Jaya. Itu menjadi momen terjadinya kejar-mengejar angka pada kuarter tiga ini hingga kedudukan sama kuat 41-41.

Namun tambahan tiga angka Gabriel Batistuta Risky membuat Pelita Jaya makin melejit ditambah lay up Vincent Rivaldi Kosasih sehingga membuat kedudukan 46-41. Keunggulan ini terus menjadi milik Pelita Jaya hingga kuarter tiga berakhir dengan skor 48-47. Kuarter empat sepenuhnya milik Pelita Jaya. Keunggulan pada 10 menit terakhir itu tidak pernah mampu disusul oleh Indonesia Patriot, hingga laga ditutup dengan skor 75-70.

Usai laga, pelatih Pelita Jaya Bakrie Ocky Tamtelahitu memberikan apresiasi kepada tim lawan yang dengan gigih melawan Pelita Jaya, meski diakuinya terdapat kesalahan teknis terhadap timnya pada kuarter dua, walaupun di dua kuarter selanjutnya Agassi Yeshe Goantara mampu mendapatka ritme permainannya kembali.

"Dari awal anak-anak mampu mengatur pertahanan, namun di kuarter kedua mulai kita kedodoran dari disiplin transisi, sehingga tim lawan dapat banyak momentum dan peluang dari kesalahan tersebut. Akan tetapi usai jeda anak-anak mampu memperbaiki kesalahannya dengan berjuang dan berusaha dari pertahanan dan menyerang hingga berhasil mengontrol jalannya laga dan memenangkan pertandingan," ucap Ocky Tamtelahitu.

Lebih lanjut ia juga mengapresiasi perjuangan dari Indonesia Patriot yang telah membuat timnya kewalahan. "Saya memberikan kredit yang besar sekali kepada Indonesia Patriot, di mana pada kuarter dua memberikan kami banyak pelajaran yang membuat anak-anak untuk cepat merecover," tambahnya.

Seperti diketahui, timnas elite muda Indonesia Patriot disiapkan guna percepatan kualitas pemain timnas Indonesia menyambut perhelatan besar yaitu Piala Dunia Basket (FIBA World Cup) tahun 2023 mendatang. Menurut Ocky, melalui laga tersebut, Pelita Jaya coba memberikan permainan terbaiknya, sebagai sumbangsihnya untuk diadopsi kepada tim masa depan Indonesia itu.

"Indonesia Patriot begitu solid. Mereka dibentuk, digembleng sedemikian rupa. Saya berharap semua orang melihat meski dari laga yang tidak ada pengaruhnya lagi bagi Pelita Jaya ini, semua orang dapat mengambil pelajaran. Indonesia Patriot belajar, begitu juga dengan Pelita Jaya dan itu merupakan sumbangsih dari kami yang paling tinggi melalui laga tersebut," pungkasnya.

Agassi Yeshe Goantara dengan torehan 17 poin, tampil sebagai topskorer bagi Pelita Jaya. Sedangkan Muhamad Arighi melalui 16 poinnya menjadi pendulang angka terbanyak bagi Indonesia Patriot.

Dari 15 laga yang sudah dimainkan Indonesia Patriot pada musim ini, diantaranya memenangkan 10 pertandingan dan 5 kekalahan, Andy "Batam" Poedjakesuma, selaku manajer menuturkan jika tim ini memang masih butuh sentuhan-sentuhan, di mana keberhasilan itu ditak bisa diperoleh dengan cara instan.

"Tim ini sebelumnya telah melakukan TC selama enam bulan, tinggal hal-hal kecil yang masih menjadi pekerjaan rumah, namun sebuah keberhasilan tentunya perlu proses tidak bisa instan, sehingga kita dorong terus program ini sesuai rencana dan usai IBL, kita akan melakukan evaluasi, mulai dari manajemen pelatih hingga pemain dengan Badan Tim Nasional, terlebih diawal, grafik kita bagus namun makin kesini terdapat penurunan, akan tetapi penurunan itu juga disebabkan oleh banyak faktor dari kompetisi di tengah pandemi yang bersifat bubble ini," ucap Andy Batam yang juga merupakan salahsatu legenda tim nasional Indonesia dan Pelita Jaya itu.

Pelita Jaya Bakrie masih memiliki satu laga lagi di fase seri ini. Amartha Hangtuah Jakarta akan menjadi lawan terakhirnya, sebelum memainkan partai empat besarnya. Diatas kertas, anak asuh Ocky Tamtelahitu nampaknya tidak akan kesulitan untuk mengemas 11 kemenangan beruntunnya. Pasalnya, calon lawannya itu kini menjadi penghuni terbawah dari Divisi Putih dari 15 laganya, hanya dua kemenangan yang mampu dikoleksinya dengan total meraih 17 poin. Laga tersebut pun akan berlangsung pada Jumat (9/4/2021) pukul 17:00 WIB.