IBL Pertamax 2021

15 Kemenangan Sekali Kalah, Ocky Tamtelahitu Sebut Performa Pelita Jaya Bakrie Masih 50 Persen dan Perlu Pembenahan

Hermansyah
15 Kemenangan Sekali Kalah, Ocky Tamtelahitu Sebut Performa Pelita Jaya Bakrie Masih 50 Persen dan Perlu Pembenahan
Muhammad Hardian Wicaksono tampil sebagai pemain tersubur bagi Pelita Jaya Bakrie Jakarta dengan torehan 14 poin, saat membawa timnya menundukkan Amartha Hangtuah Jakarta, sekaligus membuat kemenangan 11 secara beruntun.

Jakarta, HanTer - Tim basket Pelita Jaya Bakrie Jakarta menatap semifinal IBL Pertamax 2021 dengan fokus, meski laga tersebut baru akan di mulai satu setengah bulan mendatang, tepatnya pada 27-29 Mei di Mahaka Square Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan format best of three, mencari dua kemenangan.

Hal tersebut diungkapkan pelatih Pelita Jaya Bakrie Jakarta Ocky Tamtelahitu secara virtual usai menundukkan Amartha Hangtuah Jakarta dengan skor 63-58, ketika berlangsung di Robinson Resort, Cisarua Bogor, pada Jumat (9/4/2021) petang.

Ini merupakan kemenangan ke-11 secara beruntun bagi juara IBL 2017 itu dan hanya mengalami sekali kekalahan dari total 16 laga yang dilaluinya sepanjang fase penyisihan musim ini, yakni dari Satria Muda Pertamina Jakarta  dengan skor 76-54 ketika berlangsung 23 Maret lalu.

Pelatih Ocky Tamtelahitu menyebut jika Amartha Hangtuah dari awal laga selalu memberikan perlawanan kepada Pelita Jaya Bakrie, sama seperti semua tim lainnya, sehingga dirinya berhasil memetik pelajaran dari laga tersebut. 

Tak hanya itu, ia juga mengucap syukur mampu melewati fase bubble penyisihan ini dan kedepannya menatap semi final. Namun di waktu rehat ini, Ocky mengaku akan digunakannya untuk meningkatkan performa para pemainnya yang tampil belum optimal.

"Banyak hal yang akan kita tingkatkan di masa jeda, karena kita juga memiliki banyak pekerjaan rumah, seperti memperbaiki jumlah turnover yang banyak, tembakan bebas dan lainnya, di mana itu semua perlu dilakukan pembenahan," ucap Ocky Tamtelahitu.

Meski demikian, tak hanya melulu soal basket, di waktu rehat satu setengah bulan ini yang di barengi dengan masuknya bulan suci Ramadhan, Ocky Tamtelahitu selaku pelatih kepala Pelita Jaya Bakrie juga memberikan toleransi kepada anggota timnya untuk khusyuk melaksanakan ibadah.

"Beberapa pemain dan offisial kan juga harus melakukan ibadah di bulan Ramadhan, sehingga difokuskan dan menikmati dulu musim itu setalah kita pulang dari sini, kemudian setelah itu kita mulai meningkatkan apa yang menjadi pekerjaan rumah kita dari 16 laga di fase penyisihan," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, setidaknya dari Divisi Merah terdapat tiga tim yang berpeluang berlaga di play-off dan akan menjadi calon lawan Pelita Jaya Bakrie untuk memperebutkan tiket final nantinya. Ketiga tim itu adalah Bali United Basketball Club, Louvre Dewa United Surabaya dan Bima Perkasa Jogja.

Walau ketiga tim tersebut selalu kalah dalam dua pertemuannya dengan Pelita Jaya Bakrie, namun Ocky dengan rendah hati enggan menyepelekan tim yang akan kembali dihadapinya di empat besar nanti dan dirinya juga menyebut tidak ada jurus tertentu di partai semifinal kecuali kerja keras dari semua elemen.

"Tidak ada menu atau rahasia apapun yang akan dipakai Pelita Jaya Bakrie untuk lebih baik lagi dalam menyiapkan diri di fase empat besar nanti, kecuali kerja keras dan bermain sebaik mungkin memperbaiki kekurangan saat penyisihan grup dan bermain sebagai tim," ucapnya.

Tim ini terbilang baru dengan persiapan yang sangat minim. Akan tetapi dengan pencapaian di fase penyisihan melalui rekor 11 kemenangan beruntun, hanya sekali kalah dari 16 laga yang di laluinya, Ocky menilai kinerja tim ini belum mencapai skala 50 persen, sehingga masih banyak yang harus diperbaiki.

"Performa tim belum sampai 50 persen. Tim ini masih membutuhkan kekompakan dan komunikasi di setiap lini, dan kita lagi belajar ke situ. Kita mau fokus menambal apa yang masih bocor-bocor," pungkasnya.

Muhammad Hardian Wicaksono tampil sebagai pemain tersubur bagi Pelita Jaya Bakrie Jakarta dengan torehan 14 poin, tepat dibawahnya Reggie William Mononimbar dengan menorehkan 13 angka, sementara dari kubu Amartha Hangtuah, Fisyaiful Amir penyumbang angka terbanyak yakni 13 poin dan delapan rebound.

Senada dengan Ocky, Muhammad Hardian Wicaksono juga menilai jika timnya masih butuh perbaikan di sana-sini. "Gim ini sangat penting bagi kami. Selanjutnya kita fokus ke semifinal dan terus belajar dari hasil-hasil sebelumnya," ucap Muhammad Hardian Wicaksono.