IBL Pertamax 2021

Bima Perkasa Depak Bali United dari Play Off Usai Kalahkan Pacific Caesar

Hermansyah
Bima Perkasa Depak Bali United dari Play Off Usai Kalahkan Pacific Caesar
Seleberasi para pemain Bima Perkasa Jogja yang memastikan diri berlaga ke babak play off IBL Pertamax 2021 usai menundukkan Pacific Caesar, sekaligus mendepak Bali United

Bogor, HanTer - Bima Perkasa Jogja menjadi tim terakhir yang memastikan diri berlaga di fase kedua atau babak play off IBL Pertamax 2021, usai menundukkan Pacific Caesar Surabaya dengan skor yang cukup meyakinkan yakni 71-45, saat berlangsung di Robinson Resort, Cisarua Bogor, pada Sabtu (9/4/2021) malam.

Kemenangan Bima Perkasa atas Pacific Caesar membuat tim asuhan David Singleton itu berada di posisi ketiga klasemen akhir Divisi Merah dengan mengoleksi 25 angka.

Hasil menang dari Pacific Caesar ini juga membuat Bima Perkasa Jogja mendepak Bali United Basketball Club untuk berlaga di fase kedua menghadapi Louvre Dewa United Surabaya.

Sebenarnya, pencapaian akhir Bima Perkasa dengan raihan Bali United di sepanjang fase pertama, sama. Kedua tim sama-sama mengoleksi 25 poin dari 16 laga yang telah dilaluinya dengan 9 kemenangan dan 7 kekalahan.

Namun keunggulan tiga poin Galank Gunawan cs dari dua pertemuannya dengan Ponsianus Nyoman Indrawan dkk yang berakhir imbang 1-1, membuat Bima Perkasa yang berhak berlaga menghadapi Louvre Dewa United Surabaya di babak play off.

Pada pertandingan yang digelar 11 Maret lalu, Bima Perkasa Jogja menang dengan skor 61-53 atas Bali United. Dan pada pertemuan keduanya, giliran anak-anak Bali yang memenangkan laga atas pasukan Yogyakarta dengan skor 75-70 yang berlangsung pada 26 Maret lalu.

Usai laga, pelatih Bima Perkasa Jogja David Singleton menyebut tidak akan memandang remeh calon lawannya untuk meraih tiket empat besar menghadapi Pelita Jaya Bakrie Jakarta, meski di fase pertama sukes meraih dua kemenangan.

Seperti diketahui, Bima Perkasa menuai kemenangan pertamanya dari Louvre Dewa United Surabaya dengan skor 66-59 ketika berlangsung 13 Maret lalu dan pada 29 Maret, anak-anak Yogyakarta itu kembali menang dengan skor 57-52.

"Lawan Louvre tetap berat walau sudah dua kali menang, karena Louvre merupakan salahsatu kontestan yang sulit dikalahkan, di mana tim dan pemainnya bagus," ucap David Singleton saat melakukan konferensi pers secara virtual.