Ketua KOI Pastikan Kesiapan Skuat Bulutangkis Indonesia untuk Olimpiade Tokyo

Hermansyah
Ketua KOI Pastikan Kesiapan Skuat Bulutangkis Indonesia untuk Olimpiade Tokyo
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, saat meninjau langsung persiapan atlet bulutangkis Indonesia untuk menyabet gelar juara di Olimpiade Tokyo mendatang

Jakarta, HanTer - Bertujuan untuk lebih mendapatkan informasi tentang kesiapan dan juga proses keberangkatan tim bulutangkis Indonesia ke ajang Olimpiade Tokyo, dikemukakan oleh Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, atau Komite Olahraga Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, saat meninjau langsung persiapan penghuni Pelatnas Cipayung, Selasa (27/4/2021).

Pria yang akrab disapa Okto itu bersama Chef de Mission (CdM) Olimpiade Tokyo 2021, Rosan Roeslani, disambut Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta dan Wakil Sekretaris Jenderal Edi Sukarno di Pelatnas Cipayung, sekaligus mengamati secara langsung skuad Indonesia yang sudah memastikan tiket berlaga di Olimpiade berlatih.

"Saya bersama CdM datang ke sini untuk meninjau langsung persiapan para atlet menuju Olympiade Tokyo nanti. Tentunya dari sini kami banyak mendapatkan informasi tentang kesiapan dan juga proses keberangkatan yang rencananya tanggal tujuh Juli setelah ada beberapa turnamen terlebih dahulu. Jadi sekali lagi bahwa yang terpenting itu adalah atlet untuk terus berlatih dan juga menjaga kesehatan terutama dari Covid-19," kata Okto.

Di hadapan para atlet dan pelatih, Okto mengungkapkan bahwa sangat berat menjalani Olimpiade tahun ini, namuni tim harus tetap optimis untuk meraih prestasi maksimal. "Ini bukan Olimpiade yang mudah, banyak sekali keterbatasan yang biasanya tidak kita hadapi. Tapi kita masih terus berjuang supaya bisa memaksimalkan setiap pertandingan yang nanti kita hadapi. Ini tantangan lain yang harus kita jawab," tegas Okto.

"Kita semua sadar bahwa Covid itu adalah tantangan yang nyata. Jadi latihannya memang harus ditingkatkan tapi protokol kesehatan yang paling utama. Percuma jago, sehat pas mau berangkat positif. Hilang semua kesempatannya. Jangan lengah. Saya berharap dan mendoakan para atlet ini punya performa yang maksimal, sehat, kuat dan nanti pada saatnya akan jadi juara untuk Indonesia," harap Okto.

Sebelumnya, ia pun mengenang Olimpiade Rio 2016 dimana dirinya dipercaya sebagai CdM. Kala itu, Brasil sedang terserang wabah virus Zika, namun demikian tidak menyurutkan putra-putri terbaik Indonesia untuk tampil di podium juara.

"Kita masih punya banyak kenangan dengan bulutangkis di Olimpiade Rio 2016 lalu. Tadi saya bicara dengan coach Richard (Mainaky), waktu di Brazil ada virus Zika kita bisa dapat satu emas. Sekarang ada virus Covid-19, mudah-mudahan Insya Allah bisa dapat dua emas," ujar Okto.

Sementara itu, CdM Rosan Roeslani menegaskan bahwa koordinasi antar elemen akan dan harus terus ditingkatkan untuk mencapai hasil maksimal di Olimpiade. "Tentunya harapan kita semua bisa mencapai hasil yang optimal, tetapi untuk mencapai hasil yang optimal itu tentu harus melalui proses yang benar-benar dijalankan secara baik dan benar," ujar Ruslan.

"Saya bersama Ketua NOC melihat bahwa kesiapannya dan arah menuju itu sudah baik. Yang harus dipastikan adalah tetap protokol kesehatannya terjaga karena jangan sampai nanti ketika semuanya sudah siap, baik secara fisik maupun mental tetapi tiba-tiba ada yang terkena Covid. Insya Allah kita akan terus memantau sehingga semua ini bisa terkoordinasi dan para atlet bisa berprestasi secara maksimal," tambahnya.

Ucapan terima kasih disampaikan Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta atas kunjungan NOC ke Pelatnas Cipayung. "Terima kasih kepada NOC dalam hal ini Bapak Raja Sapta Oktohari bersama CdM bapak Rosan Roeslani yang sudah berkunjung ke PBSI. Kunjungan ini sangat penting untuk menambah semangat jelang berlangsungnya Olimpiade," kata Alex.

"Tentunya menjadi motivasi bagi para atlet untuk lebih giat berlatih, mereka bertekad memberikan yang terbaik di Olimpiade nanti. Dan untuk kami para tim pendukung juga terus mempersiapkan apa yang menjadi keperluan dan kebutuhan selama di sana," pungkas Alex.

Wakil bulutangkis Indonesia pada Olimpiade Tokyo nanti dipastikan diisi oleh Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii, Apriyani Rahayu (ganda putri) serta Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti di ganda campuran.

Namun, Gregoria Mariska Tunjung memiliki peluang besar untuk tampil bersama rekan-rekannya di Tokyodi mana saat ini dirinya sudah berada di ranking top 20 yang merupakan batas kelolosan. Tetapi di posisi atasnya ada beberapa negara yang menempatkan 3 atau 4 wakil, sementara sesuai regulasi yang berhak ke Olimpiade per negara maksimal hanya 2 wakil.

Menurut Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy, Gregoria kalaupun tidak lolos berdasarkan poin kualifikasi Race to Olympic, nanti masih akan ada kuota negara yang bisa dipakai. "Jadi Gregoria secara resmi memang belum dinyatakan lolos. Tapi sangat besar peluangnya tampil ke Olimpiade Tokyo," ucapnya.