Perbasi Berlakukan Penerapan Prokes Ketat di FIBA Asia Cup Indonesia 2021 Nanti

Hermansyah
Perbasi Berlakukan Penerapan Prokes Ketat di FIBA Asia Cup Indonesia 2021 Nanti
Konferensi pers Perbasi terkait kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah FIBA Asia Cup Indonesia 2021

Jakarta, HanTer - Kejuaraan bola basket Asia, FIBA Asia Cup Indonesia 2021, akan berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta, pada 19 hingga 27 Agustus mendatang. PB Perbasi selaku penyelenggara akan memfokuskan turnamen tersebut dengan penerapan ketat protokol kesehatan (prokes).

Sekjend Perbasi, Nirmala Dewi mengatakan jika pihaknya tengah menyusun prokes yang akan digunakan nanti, di mana gambaran umumnya tidak terlalu beda dengan apa yang dilakukan oleh IBL sebelumnya yang menurutnya mengadopsi dari FIBA dan peserta diwajibkan untuk melakukan karantina selama lima hari.

"Kami sampaikan kepada FIBA jika Indonesia akan menerapkan karantina selama lima hari bagi siapapun yang terlibat dalam perhelatan ini yang berasal dari luar negeri, sesuai dengan pemerintah kita. Namun jika dalam perjalannya nanti terdapat perubahan, kita akan menyesuaikan perubahan itu dan memperbaharuinya untuk dapat disosialisasikan juga oleh FIBA," ucapnya dalam temu media di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Lebih lanjut, Nirmala juga mengatakan jika saat ini pun sudah terjalin komunikasi tiga pihak, antara FIBA, pihaknya selaku LOC dan Satgas Covid-19 atau yang memiliki otoritas terkait penerapan protokol kesehatan nanti.


Naturalisasi Pemain

Sementara itu terkait tambahan naturalisasi pemain, Nirmala Dewi mengatakan jika pihaknya tengah kembali memproses naturalisasi dengan melakukan komunikasi dengan pihak terkait dalam hal ini Kementerian Kumham.

Sebelumnya, Indonesia sudah menaturalisasi pebasket Lester Prosper dan Brandon Jawato yang membutuhkan waktu hampir satu tahun. Kini hal yang sama akan dilakukan terhadap pemain berusia 15 tahun asal Senegal dan Afrika, yakni Dame Diagne dan Serigne Modou Kane.

"Kami menyampaikan kepada Kementerian Kumham bahwa kebutuhan kita terhadap naturalisasi butuh percepatan dan Alhamdulillah kami sudah mendapat dukungan langsung dari pak Menteri Yasonna Laoly di mana beliau sudah menyampaikan kepada stafnya untuk bersama mewujudkan proses naturalisasi ini tepat waktu," ucapnya.

"Ada keuntungan bagi Indonesia saat menaturalisasi keduanya. Ini karena kedua pemain ini masih berusia di bawah 17 tahun. Dengan situasi saat ini, mereka bisa dianggap pemain lokal dengan sistem bapak angkat. Dengan demikian, Indonesia masih bisa memainkan pebasket naturalisasi lainnya," ucap Sekjend wanita PP Perbasi pertama itu.

Saat ini, Indonesia memiliki pemain naturalisasi di antaranya Brandon Jawato, Lester Prosper, Ebrahim Lopez, dan Jamarr Johnson. "Tenaga mereka bisa dibutuhkan untuk naikkan level permainan agar bisa tembus peringkat delapan besar Asia sebagai syarat tampil di FIBA World Cup 2023," pungkasnya.

Sementara, Ketua Umum (Ketum) PP Perbasi, Danny Kosasih mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus kepada event internasional, namun juga pembinaan di daerah, di mana pada tahun ini Perbasi mencanangkan bisa menggelar Kejurnas, penataran pelatih, wasit, dan kejuaraan 3 x 3. “Untuk program Kejurnas akan segera kami bagikan, yang jadi perhatian saat ini adalah protokol kesehatannya,” tutur Danny Kosasih.

Rangkaian event domestik ini rencananya digelar setelah FIBA Asia Cup 2021 karena harus menyesuaikan dengan agenda internasional.