Soal Protes ke Glazer dan Laga MU vs Liverpool yang Ditunda

eka
Soal Protes ke Glazer dan Laga MU vs Liverpool yang Ditunda
Stadion Old Trafford, markas Manchester United. (instagram manchesterunited)

INGGRIS - Laga sengit  Manchester United (MU) melawan Liverpool pada pekan ke-34 kompetisi Premier League, ditunda. Itu tak lepas dari penyerbuan pendukung Setan Merah yang dengan merangsek maauk Old Trafford, Minggu (2/5/2021) malam WIB.

Dilansir laman BBC Sport, setidaknya sekitar 200 penggemar MU  menduduki sejumlah sisi, baik yang ada di luar hingga masuk lapangan hijau. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes keluarga Glazer, pemilik MU. 

Dikabarkan, pemantik kemarahan fans Setan Merah, julukan MU, tak lepas lantaran dengan arogansi yang diperlihatkan keluarga Glazer. Mereka bersama dengan orang Amerika Serikat lainnya yang berstatus pemilik Liverpool, John W. Henry digadangkan menjadi aktor tercetusnya European Super League (ESL) alias Liga Super Eropa.

Ya, rencana gelaran ESL beberapa pekan lalu, memantik emosi penggiat maupun pelaku sepakbola dunia dan juga UEFA serta FIFA. Bahkan pemerintah dari 12 negara yang terlibat, turut memberikan reaksi serta ancaman besar apabila klub-klub dari negara mereka memberanikan diri ikut serta dalam kompetisi ilegal yang dipimpin Florentino Perez, Presiden Real Madrid.

Mengapa penggemar MU marah dan melakukan invasi di masa pandemi? Itu tak lain lantaran mereka tak ingin klub kesayangannya terkena sanksi keras. Dan utamanya, klub kebanggaan mereka tak ingin menjadi 'boneka' pengusaha Amerika seperti keluarga Glazer, yang hanya bertujuan mencari keuntungan semata.

Keluarga Glazer diduga berkomplot dengan pengusaha serta pemilik klub Amerika lainnya untuk 'menggoalkan' proyek tersebut. Diantaranya CEO AC Milan, Ivan Gazidis, Ed Woodward dan John W. Henry. Kesemuanya dianggap dalang ketika enam klub seperti MU, Man City, Chelsea, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Liverpool menjadi 12 klub pendiri ESL.

Ada bentrokan ketika para penggemar mencoba melanggar garis polisi di luar, dengan petugas menarik tongkat untuk menahan massa dan botol serta proyektil lainnya dilemparkan. Barisan polisi anti huru hara, didukung oleh kuda, mendorong massa mundur dari area di mana para pemain akan memasuki stadion. 

Melihat situasi panas dan berpotensi mengancam keselamatan pemain, kedua kesebelasan akhirnya mengurungkan untuk melanjutkan laga. Liverpool sebagai tim tamu pun menyetujui keinginan dari operator. "Ini adalah keputusan kolektif dari polisi, baik klub, Liga Inggris, dan otoritas lokal," demikian bunyi pernyataan Premier League.

"Keamanan dan keselamatan semua orang di Old Trafford tetap menjadi yang terpenting. Kami memahami dan menghormati kekuatan perasaan tetapi mengutuk semua tindakan kekerasan, kerusakan kriminal, dan pelanggaran, terutama terkait pelanggaran Covid-19. Pengaturan ulang pertandingan akan dikomunikasikan pada waktunya," sambung pernyataan tersebut.

Ditempat terpisah, mantan kapten MU, Roy Keane, turut angkat bicara ihwal invasi suporter kedalam stadion. Meski kecewa laga dibatalkan, menurutnya hal tersebut merupakan imbas dari keserakahan keluarga Glazer. Bahkan ia meyakini, akan lebih banyak invasi yang dilakukan penggemar setelah peristiwa Minggu (2/5/2021) malam WIB.

"Mereka melakukan ini karena mereka mencintai klub. Ini bukan hanya beberapa minggu terakhir dan Liga Super, itu telah dibangun selama bertahun-tahun. Mereka telah berpikir cukup sudah. ​​Itu pernyataan besar bagi permainan yang akan dibatalkan," terang dia dikutip Sky Sports.

"Orang-orang mungkin tidak setuju tetapi terkadang Anda harus meletakkan penanda agar orang-orang memperhatikan. Ini akan menyebar ke seluruh dunia. Mudah-mudahan para pemilik melihat (aksi -red) penggemar yang sangat serius. Masih banyak lagi yang akan datang, ini baru permulaan dari fans Man Utd, saya jamin itu," pungkasnya. (eka/yp)