Kemenpora Terus Sempurnakan Design Besar Olahraga Nasional

Hermansyah
Kemenpora Terus Sempurnakan Design Besar Olahraga Nasional
Nara sumber dalam diskusi olahraga dengan tema Indonesia Menuju Olimpiade Tokyo 2021

Jakarta, HanTer - Penyempurnaan design besar olahraga Nasional terus di godok Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibawah komando Menpora Zainudin Amali, dimana hal tersebut sangatlah penting guna meningkatkan prestasi olahraga Indonesia dikemudian hari.

Hal tersebut diungkapkan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti dalam acara diskusi Indonesia Menuju Olimpiade Tokyo 2021 di Grand Mercure Hotel, Harmoni, Jakarta, Selasa (4/5/2021). “Ini merupakan keinginan dari Pak Menteri yang melihat bahwa prestasi atlet kita selama ini datang dari atlet itu sendiri. Artinya prestasi itu by accident bukan by desain dan kedepan hal tersebut harus dihilangkan,” kata Chandra Bhakti.

Oleh karena itu, lanjut Chandra, harus ada konsep, bagaimana atlet Indonesia mampu mencapai puncak prestasinya. "Pak Menteri punya konsep desain olahraga Nasional. Di mana salah satunya  yakni olahraga prestasi,” tambahnya.

Desain besar olahraga nasional itu sendiri nantinya bakal menitikberatkan pada hal pembinaan atlet dari usia dini. Sehingga pada 10 tahun ke depan, menurut Chandra atlet yang sudah dipersiapkan dengan matang, banyak yang akan bersaing di kancah internasional.

Chandra Bhakti juga menyebutkan jika grand desain olahraga nasional ini diterapkan, maka tak menutup kemungkinan pada Olimpiade 2032 prestasi olahraga Indonesia bisa masuk 10 besar. “Dalam grand desain itu, di sini bahwa dalam melakukan pembinaan atlet untuk capai prestasi tidak melalui jalan pintas. Waktu minimum 10 tahun atau 10 ribu jam untuk mengantarkan atlet ke podium Internasional,” kata Chandra.

“Kemudian pembinaan jangka panjang atlet merupakan investasi negara. Kalau kita coba lihat dengan negara-negara yang sudah maju untuk melakukan pembinaan atlet itu costnya cukup tinggi, jika tidak ya yang terjadi selama ini, prestasi yang kita lakukan hanya hilir saja. Oleh karena itu ini kita buat di sini apa yang jadi sasaran utama,” jelasnya.

Sementara itu, Indonesia juga tengah berjuang mengajukan penawaran menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Jika itu berhasil, Indonesia ingin mendapatkan predikat sukses penyelenggaraan dan prestasi sebagaimana Asian Games yang telah terselenggara pada 2018 silam.

Di sisi lain, terkait diskusi olahraga ini, Abdul Muslim, selaku Kepala Bagian (Kabag) Humas Kemenpora mengatakan bahwa kedepannya acara serupa tidak hanya dilakukan se-sekali, namun akan dilakukan beberapa kali sesuai event olahraga Kemenpora.

"Arahan dari Menpora Amali bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya dilakukan se-sekali, namun secara berkesinambungan berkaitan dengan kalender event Kemenpora. Kedepan bisa dilakukan di Media Center Kemenpora," ucapnya.

Sedangkan kepala Biro Humas dan Hukum, Sanusi, menyebut melalui ajang tersebut, pihaknya banyak bersentuhan langsung dengan media sebagai mitra Kemenpora dalam hal publikasi dan pemberitaan. "Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan tercipta kolaborasi dan sinergitas. "Makin banyak kita ketemu, makin banyak inspirasi dan kita bisa bersinergi yang lebih bagus kedepan," ucapnya.