Raja Sapta Oktohari akan 'Bisikin' Pemerintah Terkait Bonus Olimpiade Tokyo

Hermansyah
Raja Sapta Oktohari akan 'Bisikin'  Pemerintah Terkait Bonus Olimpiade Tokyo
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari


Jakarta, HanTer - Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan jika pihaknya tengah mempersiapkan untuk pelepasan tim Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo dengan berkoordinasi terhadap cabang olahraga bulutangkis dan angkat besi yang rencananya akan berangkat di awal Juli.

Pada kesempatan itu, rencananya Raja Sapta Oktohari akan mendorong kepada pemerintah terkait bonus bagi peraih medali di ajang prestisius tersebut.

"Kita akan mengingatkan saja kepada Pemerintah terkait bonus ini, kebijakannya seperti apa untuk bonus kali ini, karena saat Olimpiade Rio 2016, satu emasnya nilainya Rp 10 miliar yang didapat dari ganda campuran bulutangkis, karena terkait bonus ini sepenuhnya ada di tangan pemerintah," kata pria yang akrab disapa Okto itu dalam acara diskusi Indonesia Menuju Olimpiade Tokyo 2021 di Grand Mercure Hotel, Harmoni, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

"Mudah-mudahan itu menjadi sebuah motivasi bagi para atlet yang akan berlaga di Tokyo nanti untuk pulang membawa medali emas," sambungnya.

Tak hanya bagi peraih medali, pria yang sukses menggelar ajang Asian Para games 2018 tersebut juga mengusulkan jika bonus tak hanya didapat oleh para peraih medali, namun juga para kontestan yang mampu tembus berlaga di ajang tersebut.

"Kalau saya pribadi, harapannya tentu yang mendapatkan bonus itu bukan hanya yang meraih medali, namun yang tampil di ajang itu. Budaya ini mestinya bisa dibiasakan. Dulu saat di Olimpiade Rio, kita berikan juga bonus kepada atlet yang bertanding, semoga dalam Olimpiade kali ini juga bisa dilakukan hal yang sama," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenpora menegaskan pemerintah tetap akan mengguyur atlet peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dengan bonus fantastis. Pemerintah bahkan memastikan bahwa nilainya tidak akan berkurang dari edisi sebelumnya.

Hal tersebut dilontarkan Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti. Meskipun bukan bidangnya, Chandra memastikan, dirinya juga berpengalaman soal urusan bonus seperti ini. "Bonus itu sebenarnya di Deputi III, kalau saya juga pernah di Asdep Penghargaan, biasanya bonus itu nilainya nggak turun, naik terus," katanya.

Dengan kebiasaan tersebut, Chandra meyakini nilai bonus Rp5 miliar kepada peraih emas tersebut tak akan berkurang. Dia meyakini hal tersebut, karena Presiden Joko Widodo memiliki komitmen yang besar untuk prestasi olahraga di Indonesia.

"Ukurannya meraih prestasi itu tak mudah. Perunggu atau perak saja sulit, apalagi emas. Jadi bonusnya tak akan lepas dari nilai Rp5 miliar itu, bahkan biasanya diberikan sebelum keringat atlet kering, nggak menunggu lama-lama. Bonus itu bentuk lain penghargaan, saya yakin nilainya tidak kurang dari Rp5 miliar. Mudah-mudahan di Tokyo, itu lebih dari nilai tersebut," pungkasnya.