Liga Champions

2 Gol Mahrez Singkirkan PSG, Manchester City Catat Sejarah

eka
2 Gol Mahrez Singkirkan PSG, Manchester City Catat Sejarah
Mahrez membobol gawang PSG dalam semifinal Liga Champions. (instagram mancity)

INGGRIS - Manchester City mencatat sejarah dengan meluncur ke partai puncak Liga Champions. The Citizen menumbangkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 2-0 (agregat 4-1) saat menjadi tuan rumah pada leg kedua semifinal di Etihad Stadium, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Riyad Mahrez  menjadi pahlawan dengan memborong 2 gol. 

Kesuksesan membungkam PSG mengantarkan Manchester City untuk pertama kali lolos ke babak final Liga Champions. City memastikan tempat ke partai puncak setelah unggul agregat 4-1. Pada leg pertama di Parc des Princes, pasukan Pep Guardiola ini menang 1-2.

Ya, catatan apik yang dicapai City membuat mereka mengukir sejarah baru. Bahkan sejarah akan makin sempurna apabila mereka mampu mengangkat trofi Liga Champions musim ini. Sebab, hal tersebut menjadikan The Citizens, kali pertama meniti sukses saat dalam keikutsertaannya pada turnamen bergengsi antar klub di benua biru. 

Dalam kemenangan penting di laga genting tersebut, Riyad Mahrez menjadi pahlawan The Citizens. Winger berpaspor Aljazair itu memborong gol usai membobol gawang Les Parisiens, julukan PSG, pada menit ke-11 dan 63. Dan di partai puncak, skuat Guardiola akan menanti calon penantangnya, antara Real Madrid atau Chelsea. 

Usai laga, Mahrez, pemborong dua gol City ke gawang PSG, pun tak bisa menyembunyikan kegembiraan setelah mengantar The Citizens ke partai final berkat kontribusi golnya. Namun ia mengakui, koleganya sempat terancam dan tertekan ketika PSG menggencarkan serangan di awal babak pertama. 

Akan tetapi, setelah melewati fase tersebut, The Citizens bangkit dan membobol gawang Les Parisiens. Hal tersebut membuat tuan rumah mulai bisa bermain lepas, terutama saat unggul 1-0. 

"Itu adalah pertandingan yang bagus meski kami tidak memulai dengan baik lagi di babak pertama," kata Mahrez dikutip BT Sport. 

"Setelah gol pertama, kami mulai menemukan kenyamanan. Kami bermain dengan baik di babak kedua  dan kami bisa mencetak lebih banyak. Mereka (PSG, red) kehilangan keberanian dan mulai menendang kami dan setelah kartu merah itu (Angel Di Maria menit ke-69, red) kami lebih merasa nyaman," ujarnya menambahkan. (eka/yp)