FA Sayangkan Sikap Cuek Boris Johnson Perangi Rasisme

Eka
FA Sayangkan Sikap Cuek Boris Johnson Perangi Rasisme
Para pemain Inggris melakukan gerakan anti rasisme sebelum memulai laga uji coba (ist)

Middlesbrough, HanTer - Federasi tertinggi sepakbola Inggris (FA) sangat kecewa dengan sikap cuek yang dilakukan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Johnson bersikap cuek lantaran tak memberi perlindungan kepada para pemain Timnas Inggris untuk memerangi rasisme di sepakbola, dalam menggelar laga uji coba kontra Austria dan Rumania, beberapa waktu lalu.

Hal itu terlihat ketika para pemain Inggris melakukan aksi menempelkan lutut ke dasar rumput sebagai bagian upaya memerangi rasisme. Akan tetapi, langkah tersebut mendapat cemooh dari pendukung mereka sendiri.

Polemik horizontal antar pemain dan pendukung pun, seolah dibiarkan begitu saja oleh seorang Boris Johnson. FA mengatakan, sejatinya dalam kasus itu, Boris turut memberikan klarifikasi dengan mendukung sikap para pemain yang akan berjuang di Piala Eropa.

Namun lain cerita. Boris malah bersikap cuek. Sehingga masalah itu tak kunjung reda. Akan tetapi, dilansir Daily Mail, Boris Johnson sebelumnya mengatakan dia menentang untuk berlutut dengan alasan bahwa dia lebih suka tindakan daripada isyarat.

Beberapa menteri senior lainnya, termasuk Menteri Dalam Negeri Priti Patel, Menteri Luar Negeri Dominic Raab dan Menteri Kebudayaan Oliver Dowden, telah menegaskan bahwa mereka tidak akan bertekuk lutut.

FA belum mengomentari posisi Pemerintah, tetapi beberapa sumber menyatakan kekecewaan kepada Sportsmail bahwa mereka tampaknya mengambil sikap populis dalam apa yang telah menjadi perang budaya yang memecah belah. 

Southgate membahas masalah itu lagi dengan kelompok kepemimpinan Inggris setelah pertandingan Austria dan skuad dengan suara bulat memutuskan untuk terus berlutut.

Southgate mengulangi pendiriannya di situs web Players' Tribune, dan Jordan Henderson berkata: 'Jika masih ada orang yang mencemooh maka masih ada masalah. Kita harus melawannya dan berdiri bersama.'