Zambrotta Bahas Peluang Italia di UEFA EURO 2020 yang Diperkuat Para Pemain Muda

Hermansyah   
Zambrotta Bahas Peluang Italia di UEFA EURO 2020 yang Diperkuat Para Pemain Muda
Gianluca Zambrotta, mantan punggawa Italia peraih piala dunia 2006

Jakarta, HanTer - Gianluca Zambrotta, pemenang Piala Dunia 2006 menilai peluang pemain muda Italia sangat besar dalam turnamen UEFA EURO 2020 yang istimewa meski di tengah pandemi Covid-19 ini. Dia pun menawarkan beberapa tips untuk bertahan lama di ajang tersebut.

Dia pun mengatakan sejak mengambil alih kemudi tim nasional, Roberto Mancini telah melakukan pekerjaan dengan baik. Dia telah mengumpulkan kelompok yang memiliki chemistri yang kuat setelah kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2018 dan telah melakukan hal yang luar biasa dengan para pemain mudanha. Timnya telah memecahkan beberapa rekor, dan mendekati turnamen ini mereka dalam kondisi terbaiknya.

"Mancini telah memilih trio gelandang terampil sejak awal. Saya bermain di Barcelona, ​​di mana semua gelandang tahu bagaimana menangani bola. Sisi Italia ini memiliki filosofi yang kurang lebih sama. Lini tengah memiliki kualitas, tidak diragukan lagi. Keputusan Mancini telah membayar dividen besar," ucap Zambrotta.

"Nicolo Barella menjalani musim juara yang hebat bersama Inter berkat Antonio Conte. Dia telah tumbuh di sektor teknis bermain dan merupakan salah satu dari mereka yang tahu bagaimana melakukan segalanya. Dia berlari, memiliki kualitas, dan juga bisa mencetak gol. Dia telah beberapa penemuan dalam peran itu," tambah Zambrotta.

Menilai lini serangan, Zambrotta menyebut jika Ciro Immobile selalu memimpin daftar pencetak gol terbanyak, disamping Andrea Belotti dan Federico Chiesa juga merupakan pencetak gol reguler. "Di Kejuaraan Eropa, Anda harus menjaga ketat di belakang. Di Piala Dunia 2006, kami adalah tim yang paling sedikit kebobolan dan kami menang tanpa banyak mencetak gol [rekor Azzurri dalam tujuh pertandingan adalah 12 gol, dua kebobolan]," tuturnya.

"Jika saya harus memilih satu nama, saya akan memilih Chiesa. Dia menjalani musim yang luar biasa bersama Juventus. Dia bisa menjadi penentu untuk tim nasional seperti yang dia lakukan untuk Juve tahun ini. Dia telah mengembangkan permainannya dalam segala hal: mental, teknis, kemauan untuk berkorban untuk membantu tim. Dia menawarkan banyak hal untuk Juve," terangnya.

"Saya bermain dengan Giorgio Chiellini. Musim ini dia mengalami beberapa cedera dan tidak bermain secara reguler, tetapi ketika dia masuk ke lapangan dia selalu menunjukkan pengalaman dan kekuatan kepribadiannya. Dia pasti menambahkan sesuatu ke tim ini, begitu juga Leonardo Bonucci," tambahnya.

Menyoroti dibawah mistar gawang, Zambrotta mengatakan jika sektor itu tidak untuk diperdebatkan. "Gianluigi Donnarumma, mengingat pengalaman yang sudah dia miliki meskipun baru berusia 22 tahun. Dia tidak memiliki klub setelah kontraknya dengan Milan berakhir, jadi dia harus memastikan bahwa dia menjernihkan pikirannya sebelum dia melanjutkan lapangan, untuk tetap fokus," paparnya.

Berbicara tentang peluang Italia dalam turnamen ini, khususnya melali laga oerlaga yang akan dilaluinya, terlebih dipertandingan pembuka, Zambrotta menyebut penting untuk melakukan perlawanan terhadap Turki.

"Tiba dengan skuad yang bersatu, penuh semangat dan berencana menghabiskan banyak hari bersama, dengan target akhir. Penting untuk memulai dengan baik dan, jika Anda bisa, menghemat energi di akhir babak penyisihan grup. Awal yang baik berfungsi untuk mengelola energi hingga turnamen," ucapnya.

"Melalui skuad yang ada saat ini, mereka memiliki peluang bagus. Azzurri melakukan perjalanan yang mengesankan menuju turnamen ini dengan memenangkan semua kualifikasi mereka untuk pertama kalinya. Hanya ada hal positif sejauh ini. Ada tim yang mungkin sedikit lebih siap, tetapi dalam turnamen ini Anda tidak akan pernah bisa mengatakan tidak pernah," pungkasnya.